Proyek Batu Mesuji Mulai Diusut Kejati Lampung

April 18, 2017

BANDARLAMPUNG, - Proyek bermasalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mesuji kini terus diusut serta didalami Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Pasalnya proyek miliaran tersebut menjadi atensi khusus sehingga tim jaksa pidana khusus Kejati begitu memfokuskan pada penyelidikan pengadaan batu tersebut.

Untuk mengungkap adanya tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam proyek batu ini, tim satuan tugas khusus (Satgasus) Kejati Lampung pun sudah memeriksa sejumlah pejabat serta pihak yang terlibat, yakni HS, PD, NB, JND dan HJ.

Dari inisial yang sudah diperiksa, terdapat nama mantan Kepala Dinas PU Mesuji. Kemudian dalam prosesnya, pada saat pelaksanaan proyek ini disinyalir terjadi pengurangan volume sehingga negara berpotensi mengalami kerugian yang cukup besar.

Disisi lain, adanya dugaan tumpang tindih antara tahun sebelumnya dengan tahun 2016. Menurut informasi yang dihimpun dari investasi tim di Mesuji, sebagian batu hasil pengadaan juga diduga dijual kembali dan proses pelaksanaannya juga tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

Sayangnya pihak kejaksaan tinggi masih sangat irit bicara mengenai penyelidikan proyek batu ini. Kendati begitu, jika kasus ini mampu diungkap secara terang dan transparan tentu korp adyaksa akan berada dihati masyarakat Lampung serta menempati tingkat kepercayaan publik paling atas.

Kepala Kejati Lampung Syafrudin mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena masih proses penyelidikan. Namun ia berjanji akan meminta laporan perkembangan kepada Aspidsus.

"proyek yang Mesuji baru tahu, tapi coba saya cek di Aspidsus," ujar Kajati Lampung Syafrydin kepada, selasa (18/4)

Dalam kasus ini jaksa Kejati Lampung khususnya pidana khusus diuji. Sebab proyek ini merupakan proyek yang nilainya besar, potensi kerugian negara besar kemudian jauh dari pantauan masyarakat serta diduga melibatkan bupati Mesuji Khamami.

Selanjutnya, proyek batu ini pun ditengarai dimiliki oleh elit politik yang mempunyai jabatan strategi serta berpengaruh di salah satu partai politik.

"Saat ini terus dilakukan pengumpulan data dan bahan keterangan, untuk bagaimana detilnya belum bisa kami sampaikan," terang kasipenkum Kejati Lampung Irfan Natakusumah.

Untuk diketahui, proyek yang sedang ditangani Kejati Lampung yakni Pengadaan material batu tahun 2014 dan 2015 di Dinas PU Kabupaten Mesuji, diantaranya pada 2015, Proyek Dinas PU Mesuji memiliki proyek pengadaan bahan material di kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur dengan nilai Rp 23.236.539.033 yang dikerjakan oleh PT Suci Karya Badinusa.

Kemudian pengadaan bahan material di kecamatan Way Serdang, panca Jaya, simpang Pematang dengan anggaran Rp 5.642.500.000 dilaksanakan PT Sumberjaya Prima Kencana.

Selanjutnya, pengadaan bahan material kegiatan pembangunan saluran drainase jalan lingkungan dengan anggaran Rp 18.176.850.000 oleh PT Sumberjaya Prima Kencana.

Sedangkan Tahun 2014, Dinas PU Mesuji mengalokasikan anggaran untuk pengadaan batu 5/7 di kecamatan simpang Pematang sebesar Rp 4.710.825.000. 

Untuk pengadaan batu 5/7 di Way Serdang Rp 3.860.850.000, untuk pengadaan batu 5/7 kecamatan Mesuji sebesar Rp 3.595.500, pengadaan batu 5/7 kecamatan Mesuji Timur senilai Rp 2.870.619.000. (#) 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »