Buntut Pemukulan, Direksi PT ATE Laporkan Security Naungan PT SPU

July 19, 2017

Lamsinar Sinaga menunjukan bukti laporan kepolisian

Lampung Selatan - Karyawan PT. Anugerah Travelindo Ekspres menjadi korban tindak kekerasan salah satu oknum security naungan PT. Sekurindo Perkasa Utama (PT. SPU) yang beralamat di Mega Kuningan Jakarta.

Hal itu terungkap saat pihak PT. Anugerah Travelindo Ekspres (PT. ATE) menggelar jumpa pers di Media Center Dinas Kominfo dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (19/07/2017). Dalam hal ini pihak PT. ATE meminta kepada perusahaan PT. SPU bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan yang dilakukan karyawannya, yakni Arfijal sebagai petugas keamanan dilorong keluar masuk penumpang pelabuhan penyebrangan Bakauheni.

"Kami menilai, tindakan yang terekam di video cctv milik pelabuhan. Dimana karyawan kami, Samsul Yadi (30) warga Kunayan Desa Bakauheni dipukuli oleh Afrijal sebagai petugas keamanan seperti tidak manusiawi," beber Direksi PT. ATE, Lamsihar Sinaga alias Alam seraya menceritakan situasi kejadian yang terekam pada cctv.

"Akibat kejadiaan itu, karyawan kami Samsul Yadi (30) warga Kenayan Desa Bakauheni mengalami Lengan tangan bengkak, leher belakang lebam, dipipi ada luka goresan," akunya.

Alam tidak mengelak jika karyawannya salah masuk di kawasan zona pintu keluar masuk penumpang pelabuhan. Akan tetapi, pihaknya sangat menyayangkan tindakan anarkis security tersebut.

"Okelah kita akui kesalahan karyawan kita masuk zona steril itu. Tapi, manusiawi lah perlakuannya. Parahnya lagi, pengakuan karyawan kami setelah diamankan di pos keamanan, karyawan kami dipukul lagi. Pada rekaman video itu juga, terlihat ada pengurus travel perusahaan lain yang masuk zona itu, tapi aman-aman saja," sesalnya.

"Karyawan kita masuk zona itu, kebetulan saat itu dipintu masuk tidak ada penjaganya. Dia itu (kayawan) membantu penumpang membawa barang," tambahnya.

Lanjut Lamsihar Sinaga mengatakan, sebagai bentuk protes pihaknya melayangkan surat resmi kepada pihak ASDP Pelabuhan Bakauheni dan PT. SPU. Pihaknyanya juga, sambung Lamsihar, sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lampung Selatan dengan nomor : LP/B-822/VII/2017/SPKT tertanggal 18 Juli 2017.

"Ini sebagai bentuk efek jera bagi petugas keamanan lainnya. Kami meminta pihak perusahaan agar memecat oknum itu. Dan proses hukum tetap berjalan," tegasnya.

Lebih jauh Alam sapaan Lamsinar Sinaga mengungkapkan, setelah melihat video rekaman cctv tersebut. Pihaknya, mengendus kuat adanya persaingan usaha sesama travel.

"Sangat jelas, pada video itu terlihat juga pengurus lainnya berbaju merah. Kenapa tidak dipukul juga. Ini ada indikasi persaingan travel. Kami sangat yakin ini ada persaingan sesama travel. Jika bicara masalah resmi, perusahaan kami resmi," pungkasnya.

Berdasarkan selembaran photo copy laporan korban pemukulan nomor LP/B-822/VII/2017/SPKT tertanggal 18 Juli 2017. Pada hari Senin (17/07/2017) sekira pukul 17.30 WIB bertempat diareal pelabuhan Bakauheni, telah terjadi penganiayaan terhadap korban an. Samsul Yadi yang dilakukan oleh terlapor (Security PT. SPU an Afrijal).

Permasalahannya, korban masuk ke pelabuhan dikarenakan ada penumpang meminta mengangkut barang dan terlapor langsung mencekik leher, lalu meninju di bagian leher dan tangan diplintir sambil memukul korban.

Hingga korban mengalami luka leher dan tangan kanan terasa sakit karena diplintir terlapor. Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lampung Selatan untuk ditindaklanjuti. (eko)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »