Kades Sukadana Timur Bantah Dugaan Pungli Prona

July 14, 2017

Ilustrasi. foto ist

Lampung Timur- Pungutan biaya program nasional(Prona) kerap terjadi di Lampung Timur, namun Kepala Desa Sukadana Timur Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur Ismo Warsito enggan disebut pungli, meski pungutan biaya Prona ke masyarakat mencapai Rp 650 ribu hingga Rp 900 ribu per buku sertifikat.
 
Tahun 2017 desa setempat mendapatkan program pemerimtah pusat agar masyarakat memiliki hak paten atas tanahnya, ironis memang, meski program tersebut merupakan program bantuan ke masyarakat, diduga tetap saja menjadi ajang bisnis para pemangku jabatan, kades terutamanya.

Ismo Warsito mengatakan, biaya sebesar Rp 650 ribu untuk masyarakat yang telah memiliki akte jual beli (AJB) sedangkan bagi warga yang belum  memiliki AJB dikenakan biaya sebesar Rp 900 ribu.

"Benar itu biaya yang harus ditanggung warga, dan harga itu berdasarkan keinginan warga masyarakat, setelah melalui kesepakatan, uang itu nanti digunakan untuk kegiatan pengukuran, patok dan sebagainya," ucap Ismo Warsito, baru-baru ini.

Sementara dari informasi masyarakat, dan berdasarkan aturan serta keterangan pejabat Badan Pertanahan Negara Kabupaten (BPN) Lampung Timur, menyatakan perihal pungutan yang dilakukan desa adalah di luar tanggung jawab pihak BPN, sebab tim yang diberikan tugas dalam kegiatan program Prona tersebut telah mendapatkan anggaran sendiri, terkecuali pemberkasan. (FR)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »