Pembangunan Drainase Desa Griklopomulyo Lampung Timur Disoal, Kades: Sudah Dikondisikan

July 22, 2017


Wrga Desa Griklopomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur memperhatikan pembuatan drainase yang bersumber dari Dana Desa.

Lampung Timur- Program Pembangunan Drainase senilai Rp 874.764.000. bersumber dari Dana Desa (DD) Desa Griklopomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur, diprotes warga, uniknya, salahsatu warga yang memprotes kebijakan perangkat desa tersebut adalah adik kandung kepala desa.

Hendri warga Ds 1, yang juga merupakan saudara kandung Kepala Desa Griklopomulyp Wawan Guntur meminta, agar warga desa pemilik gorong-gorong di depan rumahnya untuk mengeluarkan biaya pribadi masing-masing warga, baik pembongkaran, pemasangan ataupun fisik gorong-gorongnya.

Alasannya kata Hendri, dana untuk pembangunan desa ini tersebut dari pemerintah pusat, jadi ia ingin pelaksanaanya transparan, Hendri mengaku, awalnya kaget setelah ada pekerja yang mengerjakan pembuatan drainase.

“Agar kami yang ada gorong-gorong membayar dan beli sendiri gorong-gorongnya, kalau kita hitung kan paling juga cuma berapa sih, tapi caranya," tegas Hendri pada awak media Sabtu (22/7/17) siang.

Belakangan diketahui, kebijakan tersebut ternyata juga telah diterapkan sejak tahun 2016 lalu, sehingga tampak hampir keseluruhan gorong-gorong yang ada di Dusun 1 Desa Girikelopomulyo tidak berubah dan mengikuti drainase baru, sehingga  aliran air tidak lancar kerena gorong-gorong milik warga tebih tinggi dari lubang drainase.

Sumarno warga lain juga menyayangkan cara dan hasil pengerjaan drainasi tahun 2016, sebab kebanyakan drainase diduga dikerjakan asalan, bahkan bagian atas dan dasar drainase tidak dihaluskan, bukan hanya itu, warga juga mengecam sistem adukan yang digunakan diduga hanya 5-7 angkong(lori) pasir dengan 1 sak semen.

Kepada awak media, pekerja mengaku kebijakan atas tanggung jawab pembongkaran dan  pembuatan drainase itu dibebankan pada dana pribadi warga tersebut atas  perintah kepala desa, kerenanya, bagi warga yang tidak mengikuti maka kondisi gorong-tetap seperti semula, menurut para pekerja, drainase yang dibangun saat ini berukuran tinggi dengan kedalaman 60 cm, dadarnya 40 cm dan lebar atas 50 centi meter, sedangkan gorong-gorong lama milik warga hanya sedalam 40 centi.

Sumarno mengaku pengerjaan saat ini ebih baik dari pengerjaan sebelumnya, dikarenakan para pekerjanya masih memakai tenaga warga desa setempat.

“Tapi untuk tahun 2016 amburadul pokoknya, drainase tidak dipondasi, cuma ditempel dengan batu, lubang antara batu ditutup dengan tanah, itu kita sering liat," urai Sumarno.

Mengingat buruknya hasil pengerjaan tahun sebelumnya, warga berharap agar tahun ini lebih baik, dan kepala desa dapat tegas kepada para pelaksana proyek.

Kepala Desa Giriklopomulyo, Wawan  saat dikonfirmasi di kediamannya enggan menjelaskan lebih jauh.
"Semuanya sudah dikondisikan dan dikordinir kepada Ketua Forum Kepala Desa Pak Dodo Kepala Desa Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. (FR)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »