Pertanyakan Status Putera Bupati Nunik, LPA I Lampung Timur Sayangkan Aksi LP3RI

July 19, 2017


Lampung Timur-Aksi massa yang mempertanyakan status putera Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dinilai kurang etis, pasalnya saat aksi digelar banyak balita yang diikutsertakan dalam aksi tersebut.

Karenanya Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA I) Lampung Timur menghimbau kepada para orang tua agar lebih peduli terhadap kepentingan dan perkembangan anak-anaknya sebagai calon pemimpin masa depan Bangsa.

"Aksi yang dilakukan Forum Lembaga Pengawas Informasi Publik (LP3RI) di depan gedung kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur adalah salah satu sikap menyampaikan pendapat di muka umum, sesuai UU, hanya saja disayangkan dalam aksi demilonstran melibatkan anak-anak, bahkan balita," tegas Rini Mulyati didampingi Ketua Devisi Advokasi LPAI Dewi Noprita,  (Rabu (19/07/2017).

Menurut LPA I, UU tentang perlindungan anak tersebut telah mengatur demi kepentingan anak itu sendiri, di antaranya, aksi demonstran dapat mengakibatkan dan meningkat nenjadi aksi anarkis, sehingga ada larangan terhadap pelaku aksi atau demonstrans melibatkan anak-anak.

Karenanya, LPA I menghimbau kepada para orang tua agar benar-benar tepat menempatkan keberadaan anak-anaknya.

"Akan tetapi jika himbauan itu tidak diindahkan maka kami dari LPA I  akan melanjutkan keranah Hukum," tegasnya.

Kordinator Lapangan dan devisi Intelijen LP3RI Johan Abidin, tidak menampik adanya orang tua yang membawa anak saat melakukan aksi Selasa lalu, hal itu terjadi, karena, masyarakat yang hendak aksi, namun anaknya tidak bisa ditinggal.

“Sehingga tetap dibawa ke lokasi demonstran,” katanya.

Namun demikian pihaknya (LP3RI) masih tetap belum merasakan adanya jawaban yang memberikan kepastian, lantaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Syahrudin didampingi para stafnya selasa lalu itu sebatas jawaban lisan tanpa dikuatkan dengan pembuktian.

"Tentu kami akan tetap lakukan upaya-upaya atas ketidakpastian dari jawaban Sekda dan Ass I, hanya mengatakan benar dari hasil adopsi, tetapi tanpa disertai bukti yang menguatkan," tandas Johan Abidin. (FR)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »