Warga Natar Lampung Selatan Keluhkan Biaya Prona

July 17, 2017


Lampung Selatan - Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran untuk pembuatan sertifikat tanah melalui Prona yang dilaksanakan di masing-masing daerah dengan secara gratis.

Akan tetapi banyaknya keluhan mengenai biaya yang cukup besar dibebankan kepada masyakakat menimbulkan gejolak.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Sukadamai Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Warga mengeluhkan biaya pembuatan sertifikat prona kisaran  Rp 900 ribu sampai Rp. 1.150.000/sertifikat.

Menurut Kasno, warga Desa Sukadamai, mengeluhkan besarnya pembuatan prona yang sangat besar berkisar Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta rupiah.

"Sertifikat prona itu mahal benar, warga ditarik biaya Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta, tetapi anehnya, di kwitansi yang diberikan kepada kami, ditulis hanya Rp 650 ribu, kami bingung kok bisa begitu," ujarnya, baru-baru ini.

Lebih lanjut Kasno mengatakan, pernah menanyakan masalah besarnya biaya tersebut kepada ketua pokmas tapi jawabannya sangat tidak masuk logika.

"Jawaban ketua pokmas itu, katanya biaya untuk tenaga ahli sekarang ini mahal," jelasnya.

Sementara itu menurut Sugeng salah satu warga Desa Sukadamai menyatakan dirinya merasa keberatan atas pungutan pembuatan sertifikat Prona tersebut, dikarenakan pihak kepala desa dan pokmas diduga tidak transparansi mengenai anggaran yang dipungut kepada masyarakat.
Baca: Ini Alasan Kades dan Pokmas di Lampung Selatan Pungut Biaya Prona

"Saya keberatan sekali dengan mahalnya biaya sertifikat prona tersebut, pada Prona tahap pertama, dan dikatakan oleh ketua pokmas kalau dana tersebut untuk menebus sertifikat. Untuk tahap ke-2 ini, saya tidak buat karena saya merasa apa yang telah dilakukan panitia itu tidak benar dan menyalahi aturan," ujarnya.

Selanjutnya Sugeng juga menyesalkan tindakan aparat desa yang selalu membebani masyarakat dengan dalih yang tidak masuk akal, seperti dana tersebut digunakan untuk tenaga ahli yang mahal.

Hal senada disampaikan pula oleh Budiarti. Dirinya mengaku membuat sertifikat Prona dengan harga Rp. 1.150.000 ribu, dan mendapat penjelasan dari ketua pokmas bahwa dana yang Rp 250 ribu untuk pembelian materai dan administrasi sedangkan yang Rp 800 ribu untuk penebusan sertifikat Prona. (Bams)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »