Aji Mumpung Pjs Gubernur Lampung



Bandar Lampung-Sejak dilantik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung  oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Selasa (13/2) lalu, Didik Suprayitno cenderung kurang serius dalam melakukan tugasnya sebagaiamana yang diatur dalam Permendagri  01 2018 tentang tugas dan wewenangnya selama menjabat seperti  menginventarisasi dan mengidentifikasi potensi-potensi masalah jelang Pilkada di Lampung dan berkonsolidasi dengan Forkompimda agar tercipta suasana kondusif.

Namun belum satu bulan bulan menjabat Pjs, Didik diam-diam intens berkomunikasi dengan pengusaha, bahkan pada acara jamuan makan malam Forkopimda Provinsi Lampung dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, Mantan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri itu akrab satu meja dengan Pangdam dan Wakapolda dari informasi yang dihimpun sebelum jamuan makan malam di gelar, Didik dan Thomas diketahui bertemu secara khusus empat mata.

Alhasil, adanya pertemuan itu otomatis memicu asumsi dan opini negatif  karena Didik saat awal menjabat sempat berkoar jika dirinya akan menjaga jarak dengan pengusaha dan tidak tanggung-tanggung pemilik tempat wisata Puncak Mas dan Bukit Mas yang diketahui sebagai pengemplang pajak menjadi pintu masuk bagi Didik untuk mendekati pengusaha lainnya.

Meski terlihat aktif di beberapa agenda sebagai Pjs Gubernur, namun Didik tetap memanfaatkan jabatan dan menggunakan fasilitas negara dengan gelontoran dana APBD yang digunakan oleh 21 orang kerabat dekat istri mantan Perwira TNI AU itu untuk liburan ke Lampung, Maret lalu.
Bahkan demi mengikuti kemauan Istri, gelombang kedua menghamburkan uang rakyat itu  juga terpaksa direlakan digunakan 40 orang kerabat dari Istri Didik.

Kecenderungan mengidap kelainaan Post Power Syndrom juga dipertontonkan Didik  hal itu dibuktikan dengan gagal pahamnya mantan Perwira TNI AU saat  menggunakan tanda jabatan  atau atribut lengkap layaknya Gubernur definitif yang kerap kali terjadi di beberapa kesempatan khususnya upacara hari besar.

Sadar akan singkatnya masa jabatan sebagai Pjs yang akan berakhir pada 23 Juni mendatang, Kolonel Purnawirawan ini mulai berorientasi untung rugi, beberapa potensi anggaran yang mampu di pindahtangankan dan minim gejolak lambat laun mulai terstruktur dan masif bahkan Didik cenderung target sapu bersih karena hak yang semestinya diterima setiap bulannya oleh Wakil Gubernur (non Aktif) Bachtiar Basri justru telah berpindah ke Didik, alhasil publik mudah menebak apa orientasi Didik menerima amanat sebagai Pjs Gubernur dan dapat ditebak jika penghasilan Pjs Gubernur meningkat drastis, karena diluar dari pendapatan yang sah diterima sebagai Pejabat Sementara,  beberapa pos anggaran juga kegiatan proyek fisik,  Didik mampu secara leluasa melakukan intervensi  bahkan ikut bermain di dalamnya.

Tak ingin di cap  sebagai orang yang tidak tahu terima kasih, Pjs Gubernur sadar jika karirnya saat ini merupakan bagian dari proses politik, apalagi tanpa adanya campur tangan  kader sepuh PDI Perjuangan Tjahyo Kumolo yang menjabat sebagai Mendagri dengan menjadikannnya Pjs Gubernur belum tentu Ia berkesempatan menyambut Ketua Umum PDI Perjuangan  Megawati Soekarnoputri pada Rakerdasus di Hotel Novotel




Post a Comment

0 Comments