Acuh Nasib TKI, Kepala BN2PTKI PIlih Bela Korporasi



Lampung-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  yang bertugas mengawasi Penyelenggaraan Pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran untuk terwujudnya Pemilu yang demokratis diminta untuk mengambil sikap atas kehadiran merupakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid saat tim Gakkumdu mendatangi gudang logistik bahan kampanye pasangan calon nomor tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, Jum�at (25/05) lalu di Bukit Kemuning, Lampung Utara.

Pemerhati hukum Hendri Ardiansyah dalam pers releasenya, Sabtu (26/5) menegaskan, meski Politisi Golkar itu tidak terlihat sedang berkampanye untuk pasangan Arinal-Nunik, namun dengan keberadanya di gudang Milik fungsionaris Golkar Lampura, yakni H.Ruslan bukan sebuah kebetulan dan Ia menyesalkan sikap Nusron yang sama sekali tidak merepresentasikan layaknya pejabat negara.

� Sangat tidak masuk akal sekelas Pejabat negara berdalih bertemu H. Ruslan di Bukit Kemuning, 
sedangkan Nusron mengaku pada media jika  pada hari Jum�at tengah kunker ke Kabupaten Lampung Tengah untuk sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI dan setelah itu memnuhi undangan Warga NU di Lampung barat untuk mengisi Tausyiah Ramadhan,Dia kan sedang menjalankan tugas negara, ketika tugasnya belum selesai justru mengenyampingkan tugas negara dengan mengintervensi Gakkumdu saat menggeledah gudang logistik, kalau begitu dia memanfaatkan fasilitas negara dong demi kepentingan partai,  Bawaslu seharusnya tegas dengan persoalan ini,�urai Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Lampung (Matala).

Menggunakan fasilitas negara dalam konteks kegiatan politik khususnya Pilkada sambungnya dapat dikenakan sebagai sanksi pidana pasalnya, Nusron telah menyalahgunkan kewenangan dan kesempatan sebagaimana di atur pada pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999.

�Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah),�terangnya.

Direktur LBH 98 ini menjelaskan,pihaknya akan melaporkan sikap Kepala BNP2TKI ke Presiden atas kesengajaan Nusron meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang notabene bertanggung kepada Presiden.

� Undang-Undang 39 tahun 2004 di pasal 93 ayat ketiga memuat BNP2TKI merupakan lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden, namun apa yang dilakukan Nusron justru kontradiktif dengan amanat Undang-undang dan itu sama saja Nusron melecehkan perintah Presiden Jokowi  karena jelas dalam amanat undang-undang lembaga itu bertanggungjawab pada Presiden�urainya.

Diketahui pada awak media, Kepala BNP2TKI berdalih dengan mengatakan pada hari Jumat, 25 Mei 2018 Ia tengah melakukan Kunker ke Kabupaten Lampung Tengah guna sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI setelah itu memenuhi undangan warga Nu Lampung Barat.

�Di tengah perjalanan saya bertemu dengan H Ruslan yang juga anggota DPRD Lampung Utara dari Fraksi Golkar di pinggir jalan daerah Bukit Kemuning, setelah sekitar 20 menit dapat informasi jika gudang logistik untuk menyimpan bahan kampa nye paslon Arinal-Nunik di datangi polisi,�kilahnya.
Sementara saat persoalan itu akan dikonfirmasi melalui sambungan telepon ke  Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah meski dalam keadaan aktif tidak menjawab sedangkan salah satu komisioner, Adek Asy�ari beralasan sedang mengikuti Bimtek.

� Aduh maaf lagi di dalam kelas Bang, acara Bimtek,�tolak Adek melalui pesan WhatsApp, Sabtu (26/5)
Sedangkan Kasat Reskrim Polres Lampung Utara ketika dikonfirmasi melalui ponselnya engggan berkomentar terkait kehadiran Nusron Wahid saat itu.


Post a Comment

0 Comments