Jelang Ramadan, Penjualan Bata Alami 'Kelesuan'

Bandarlampung- Memasuki bulan suci Ramadan 2018 ini, persatuan tobong bata wilayah Waykandis Tanjungseneng Bandarlampung, Sabtu (12/5/2018), secara bersama sama melakukan pembakaran bata sebagai stok penjualan.

Kegiatan pembakaran bata di salah satu tobong milik Warso ini, diikuti beberapa pemilik tobong dengan jumlah bata yang dibakar sekitar 100rb bat. Hal ini dalam rangka memenuhi stok bata bakar di wilayah tersebut.
Hal ini seperti dikatakan Suwarjo, salah satu pemilik tobong yang bergabung dalam kelompok bersama tersebut.
"Kami bersama sama melakukan bakar bata untuk dijadikan stok karena sudah mau masuk puasa," ujar Suwarjo.

Dikatakan Suwarjo, kalau memasuki bulan puasa ini pemesanan bata untuk pembangunan rumah dan lainnya turun drastis.

"Ya beginilah kalau mau memasuki bulan puasa pemesanan bata turun, dan omset kami juga menurun, sehingga di bulan puasa pembuatan bata juga agak berkurang. Kebanyakan bulan puasa ini pembangunan rumah agak sepi," keluhnya.

Penuturan senada dilontarkan Kasio yang juga memiliki tobong bata disekitar wilayah tersebut.
Bahkan Kasio mengaku jika pembakaran yang dilakukan hasil kumpulan bata kering dari masing-masing tobong guna menjalin kebersamaan. "Bakar bakar ini sudah menjadi hal biasa kalau mau masuk puasa. Sekaligus dijadikan ajang silaturahmi bersama keluarga disatu tobong," tambah Kasio.

Sayangnya, pihak terkait masih kurang peduli dengan industri rumahan para tobong bata wilayah Waykandis ini, sehingga perkembangan usaha yang dilakukan terlihat jauh dari peningkatan.

"Kami sangat memerlukan instansi yang peduli membantu kami dalam pemodalan usaha agar bata yang dihasilkan sesuai dengan harapan," ujar Warso salah satu pemilik tobong bata.

Pemilik tobong bata di kelurahan Waykandis, Tanjungseneng ini berharap mendapat perhatian dan kepedulian pihak terkait dalam hal permodalam guna pembelian keperluan cetak bata. (Ron-red)

Post a Comment

0 Comments