Panwaslu Takut Seret Joni Fadli, Ada Intervensi?

May 28, 2018
 Lampung Timur,Hariansatu.com-Meski Kasus tiga terduga pelaku penyebaran selebaran kampanye hitam (black campaign)  telah dilimpahkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Timur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat namun Panwaslu enggan melakukan pengembangan penyelidikan mengenai aktor utama, padahal Isnan Subkhi, Riandes Priantara dan Framdika Firmanda kepada penyidik Gakumdu mengungkapkan jika Joni Fadli alias Acong yang memerintahkan penyebaran hoax itu.

“Terkait aktor utamanya, kita tidak ada pengembangan ke arah sana. karena dari awal, peristiwa itu hanya melibatkan  ketiga oknum itu saja,” ucap kata Ketua Panwaslu Lamtim, Lailatul Khoiriyah, Senin (28/5).

Mengenai pelimpahan Isnan Cs sambungnya, atas dasar dari pembahasan rapat hasil sidik diputuskan hari ini dilimpahkan ke kejaksaan.

 “Hari ke-13 ini sudah dilimpahkan ke penyidik. Hasil pembahasan rapat hasil sidik tadi, berkas ketiganya sudah dilimpahkan ke Jaksa, intinya itu,”, Senin(28/5).
Setelah dilimpahkan, nantinya jaksa akan meneliti kelayakan dan kelengkapan berkas tersebut.
“Apakah berkas itu sudah layak atau sudah lengkap atau belum dalam waktu 3 hari,” katanya.
Diketahui,  nama Acong disebut-sebut oleh Isnan Subkhi, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Panswas Lampung Timur.

Dalam pengakuannya, Acong berperan sebagai orang yang memerintah Isnan Subkhi bersama dua rekannya menyebar selembaran kampanye hitam (black campaign) paslon nomor urut satu, di Lampung Timur, Senin (7/5/2018).

“Dari pengakuan Isnan, dia menyebut nama Acong. Diberi imbalan oleh Acong ini untuk menyebar selebaran kampanye hitam (black campaign) di Lampung Timur,” kata Uslih Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Lampung Timur, Selasa (8/5/2018).

Sebelumnya, pada Senin (7/5/2018) Polres Lampung Timur menangkap tangan mantan ketua LMND Isnan Subkhi, bersama kedua rekannya Riandes Priantara dan Framdika Firmanda.
Ketiganya diduga melakukan penyebaran selebaran kampanye hitam (black campaign) dan ujaran kebencian terhadap pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Nomor Urut 1.
Ketiganya ditangkap oleh Polres Lampung Timur di di Pasar Sari Mataram Baru, Lampung Timur.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »