Bagi Sarung Tak Jelas Regulasi Warga Bentuk Pamswakarsa Mandiri

June 01, 2018

Lampung Tengah-Ketidaktegas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung mengenai bagi-bagi sarung dan kerudung oleh Pasangan Calon (Paslon) Arinal Djunaidi-Chusnuni Chalim justru menjadi bumerang dan berpeluang memicu konflik.

Penangkapan sejumlah truck pengangkut logistik kampanye Paslon Arinal-Nunik  yang memuat jutaan sarung oleh warga Negara Aji Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah (Lamteng), Jumat (1/6) sekitar pukul 21.00 merupakan bentuk inisiatif warga dalam mengantisipasi potensi konflik.

“ Belum ada aturan yang jelas dari Bawaslu  apakah diperbolehkan atau tidak, kami hanya khawatir akan ada bentrok terutama dari massa pendukung calon lain yang merasa keberatan jika Tim Arinal-Nunik masuk ke daerah mereka dengan membagi-bagikan sarung atau kerudung,”terang salah satu tokoh pemuda setempat, Arifin Bandarsyah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/6).

Dikatakannya, penggeledahan yang dilakukan murni inisiatif warga agar kondisi kampung mereka menjelang Pilgub 27 Juni mendatan berlangsung damai dan aman.

“ Kami memang bukan simpatisan Arinal-Nunik namun bukan berarti tindakan itu yang menjadi alasan kami menghentikan truck logistik, karena tidak adasosialisasi yang di lakukan oleh penyelenggara pemilu mengenai bagi-bagi sarung apakah diperbolehkan atau tidak, dan bila perlu kami bentuk Pamswakarsa mandiri agar tidak terjadi konflik antara massa pendukung Cagub,”tegasnya.

Terpisah, Kordinator Presidium Forum Demokrasi Lampung (Fordela), Indra Putra Dewa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan pembagian  logistik milik Paslon Arinal-Nunik  diduga merupakan rencana SGC yang diketahui sebagi pihak yang mendanai biaya politik calon yang usung Partai Golkar, PKB dan PAN.

“Pembagian ini dilaksanakan secara sistematis oleh kaki tangan SGC, dan ini sangat kita sesalkan dengan mengandalkan kekuatan uang paslon Arinal-Nunik dan Lee Purwanti berupaya menguasai Provinsi ini dengan cara-cara yang tidak bermartabat,”ujarnya.
Dikatakannya, Pilgub tinggal menghitung hari, jika masyarakat tidak ikut serta ambil bagian dalam membantu penyelenggara pemilu yang damai, dikhawatirkan pesta demokrasi 27 Juni mendatang rentan terjadi konflik.

“ Kami berharap masyarakat Lampung waspada akan konspirasi jahat koorporasi , disinyalir bukan hanya sarung dan kerudung dalam jumlah besar yang akan di bagikan, akan tetapi masyarakat akan dibeli suaranya perkepala dengan gelontoran uang SGC yang diduga hasil dari mengemplang pajak. Cara yang dilakukan Tim paslon Arinal-Nunik dan SGC justru menciderai pelaksanaan Pilgub, seharusnyaArinal-Nunik memberikan pendidikan politik yang mampu di teladani masyarakat, bukan justru memakai cara-cara kotor hanya untuk memuaskan syahwat politik,”tandasnya.

Diketahui, Truk pengangkut logistik milik pasangan calon nomor urut 3 Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim (Nunik) berhasil diamankan masyarakat Desa Kampung Negara Aji, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Jum’at  (1/6) sekitar pukul 21.00.

Setelah digeledah, truk berwarna kuning dengan nomor BE 9890 BO yang diduga melaju dari arah Bandar Lampung tersebut diketahui mengangkut logistik kampanye berupa sarung lengkap dengan stiker bergambar Paslon nomor urut 3 Arinal - Nunik.

“ Kami mau Pilkada ini tidak ada kegaduhan, iming-iming sarung atau kerudung justru akan menimbulkan suasana yang tidak kondusif, kami mau Lampung Tengah ini tidak ada konflik,”tegas tokoh masyarakat setempat, Samsudin Markum, kepada awak media, Jum’at (1/06).

Meskipun penyelenggaraan Pilkada merupakan tugas pemerintah sambungnya, bukan berarti masyarakat hanya berpangku tangan melihat adanya potensi-potensi yang memicu pelaksanaan pesta demokrasi di Lampung Tengah menjadi bergejolak dan berujung konflik.

“ Masyarakat berkewajiban membantu pemerintah dalam bersama-sama  melaksanakan pilkada yang aman, damai, jujur dan bermartabat, silahkan saja para paslon berkompetisi namun bertandinglah dengan cara-cara yang sportif dan sehat,”katanya.

Jumlah sarung yang berkisar jutaan buah, diakui Samsudin banyak menuai pertanyaan warga setempat diduga logistik untuk kampanye Arinal-Nunik itu berasal dari sumbangan pihak luar dan terindikasi tidak masuk dalam laporang pengeluaran biaya kampanye.
“ Banyak warga yang heran dengan melihat jutaan sarung itu, kalau sudah sampai sebanyak itu diduga sumbangan pihak  luar dan apakah masuk dalam laporan pengeluaran biaya kampanye,”ucapnya.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »