LAMPUNG BARAT- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menggelar Diklat Revolusi Mental di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2018 yang dilaksanakan selama 25 hari kerja dalam satu angkatan terdiri dari 45 jam pelajaran  dari tanggal 16-20 Juli 2018. Di Ruang Rapat Pakuwon Bappeda Lambar, Senin (16/07)

Acara yang dibuka oleh Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Drs. M Mansolihi ini dihadiri oleh peserta sebanyak 40 orang dari Kasubag Umum dan Perencanaan, OPD dan Kepala Puskesmas di Lingkungan Pemkab Lambar serta narasumber  dari BPSDM Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Staf Ahli menyampaikan, pelaksanaan pelatihan revolusi mental ini adalah sangat penting, yaitu dalam rangka mengubah cara pandang terhadap dunia yang terus berubah. Pola pikir kita ditempa sehingga kita menjadi ASN yang berkarakter dengan jiwa pelayanan yang baik.

Kemudian pelayanan publik yang diberikan negara kepada masyarakat belum maksimal, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah menerbitkan kebijakan gerakan nasional revolusi mental sebagaimana diamanatkan oleh instruksi presiden nomor 12 tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental.

Sementara itu dalam Laporannya Sekretaris BPKPSM Bernaria menyampaikan, berdasarkan UU N 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik UU no 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2007 tentang  Kewajiban Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten untuk menyelenggrakan Diklat Teknis dan Fungsional, Perpres No 81 Tahun 2016  Tentang Grand desigh Reformasi Birokrasi 2010-2015. Instruksi Presiden no 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Selanjutnya tujuan gerakan Nasional Revolusi Metal muncul sebagai jawaban atas melemahnya integritas di kalangan masyarakat yang di tandai dengan banyaknya praktik korupsi dan penyimpangan dalam tata kelola Pembangunan. Selain itu terjadi penurunan etos kerja dikalangan ASN yang yang lebih mengutamakan hasil dari pada pencapainnya cenderung menempuh jalan pintas dan bersifat pragmatis yang dapat menciptakan korupsi. Hal tersebut juga bersamaan dengan melemahnya budaya gitimg royong yang menyebabkan masyarakat  cenderung mempunyai karakter individualistic .

Untuk itu perlu diterapkan gerakan social secara bersama-sama dan cepat, pemerintah bersama masyarakat menerapkan semangat revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari yang di mulai dari keluarga sekolah dan masyarakat. Sasaranya adalah dalam rangka mengubah cara mindset, cara berfikir dan cara pandang terhadap dunia yang terus berubah, pola pikir kita ditempat sehingga menjadi ASN yang berkarakter dengan jiwa pelayanan yang baik.(fb)