TANGGAMUS ( Journallampung.com ) :  Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggamus mulai nampak seperti gedung tua, tak berpenghuni,  banyaknya bagian gedung yang sudah rusak dan hingga saat ini belum juga diperbaiki.

Mirisnya, kondisi gedung yang dalam keadaan rusak ini bukan tidak diketahui oleh para anggota dewan, Sebagaimana di jelaskan oleh Baharen anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus. Baharen mengatakan dianggaran tahun 2018 DPRD sudah menganggarkan dana sebesar 3,2M, namun pada saat penyelarasan anggaran terdapat kekurangan dana untuk Dinas Pendidikan Tanggamus.

"Akhirnya dana tersebut diberikan untuk rehab sekolah, dan ditahun 2019 yang akan datang akan kembali dianggarkan untuk perbaikan gedung DPRD," pungkasnya

Pelapon yang mulai rapuh dan terkelupas, cat dinding gedung yang sudah pudar adalah pertama kali  akan kita lihat pada bangunan tersebut "miris". Terlebih terdapat beberapa bagian ubin keramik yang sudah terlepas, nampak jelas terlihat di sudut sudut gedung saat kita memasukinya .

Pihak Bagian Umum DPRD setempat mengklaim bahwa setiap tahun pengajuan untuk perbaikan gedung selalu di ajukan, namun minimnya anggaran menjadi kendala untuk perbaikan gedung tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kabag umum DPRD Tanggamus Erwin Sinungan saat dikonfirmasi diruangannya, selasa (31/7), menjelaskan memang selayaknya gedung DPRD tersebut sudah harus diperbaiki. Dan juga, perbaikan yang harus dilakukan tidak bisa setengah setengah.

"Memang gedung DPRD saat ini dalam kondisi rusak berat dan perlu adanya perbaikan. Artinya, rehab yang perlu dilakukan harus secara menyeluruh. Jika hanya dilakukan rehab secara setengah setengah dikhawatirkan, kerusakan yang lama belum diperbaiki tapi yang baru diperbaiki sudah rusak lagi," Kata Erwin

"Termasuk di Perubahan ini kita ajukan untuk perbaikan gedung, namun kembali kepada anggaran yang tidak memadai terpaksa harus menunggu ditahun tahun sealanjutnya," papar dia.

Disinggung besaran biaya rehab berat yang diperlukan, Erwin mengatakan dapat mencapai Milyaran Rupiah. Yang saat ini belum terakomodi dari DPRD Tanggamus. "Jangankan untuk melakukan rehab berat, dana perawatan rutin pun tidak kita miliki," ujar Erwin Sinungan ( Tim/jeni ).