Beberapa peserta kelas pondok Klasika. Foto ist
Bandar Lampung- Kelompok Studi Kader (Klasika) kembali selenggarakan program kelas pondok. Kelas pondok tahun ini merupakan kelas pondok angkatan ke-IV, yang merupakan program Klasika sebagai sarana pendidikan alternatif anak muda di Provinsi  Lampung.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di sekretariat Klasika di Jalan Sentot Alibasa Gang Pembangunan E/A5 Nomor 121 Sukarame, Bandarlampung, selama 40 hari dimulai dari tanggal 05 Juli sampai 13 Agustus.

Selama mengikuti kelas pondok para peserta akan tinggal di sekretariat Klasika, mereka akan menjalani rangkaian acara secara disiplin selama 40 hari.

"Fokus utama Klasika adalah menjaga nalar kritis serta merawat budaya intelektual di tengah minimnya minat belajar secara serius," ujar Direktur Utama Klasika, Ahmad Mufid, Rabu 5 Juli 2018, saat membuka kegiatan.

Kelas pondok angkatan ke-IV tahun ini lanjut dia, diikuti oleh 10 orang peserta dari beberapa kampus di Provinsi Lampung, di antaranya Abdi Prima Yoga asal UIN Raden Intan Lampung, Ibnu Sina asal STAI YASBA Lampung Selatan, Dedi Syafputra asal STIT MULTAZAM Lampung Barat, Riza Yusman asal UIN Raden Intan Lampung, Rian Simona asal UIN Raden Intan Lampung, Tiara Santika asal UIN Raden Intan Lampung, Ridwan Rudaya asal STIT Multazam Lampung Barat, Wahyu Hidayat asal UIN Raden Intan Lampung, Ulumuddin asal STAI Al-Maa'rif Way Kanan, WS Purwito Ady asal UIN Raden Intan Lampung.

Sementara itu penanggung jawab program Klasika Een Riansyah menuturkan, kepada para peserta pondok agar kembali meluruskan niat untuk tetap tuguh dan ikhlas selama mengikuti kelas pondok.

"Bahwa dalam menjalani kelas semata-mata hanya untuk belajar dan belajar.," ucapnya.

Aktivis yang identik berambut gondrong ini menambahkan, program ini sebagai sarana untuk menjaga nalar kritis serta bertujuan mempraktikkan setiap ilmu.

"Mengutip perkataan KH. Maimun Zubair, bahwa ilmu sejatinya bukan untuk ilmu, melainkan untuk diamalkan," tutup Een di depan 10 peserta kelas pondok.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Klasika, Chepry Chaeruman Hutabarat mengajak para peserta pondok untuk bersama-sama menjalani sebuah kehidupan baru, ia berujar, bukan hanya soal kecerdasan kognitif seperti membaca, menulis dan berdiskusi. Tetapi pula kecerdasan afektif akan dilatih. Maka, kelas pondok angkatan ke-IV kali ini akan menjalani ritual ibadah di luar Salat lima waktu.

"Seperti Salat Tasbih, Dzikir Fateha, dan puasa Selama, Kamis selama mengikuti kelas pondok," ungkapnya.

Menurutnya, hal ini penting demi mendapat keberkahan selama belajar.

Kelas pondok angkatan ke-IV ditutup dengan perkenalan dan pembagian jadwal tugas para peserta pondok. Doa bersama tak pula dipanjatkan demi mendapat keberkahan dan kelancaran selama berlangsungnya kelas pondok. (Mufid)