Lambar - Pemkab Lambar melalui Disporapar hari ini membuka event Festival Sekala Bekhak (FSB) ke V yang rencananya berlangsung 3 hari, (10-13/07), di Gedung Dalom Buay Belunguh Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Selasa (10/07). Dan pembukaan FSB di awali pertemuan antara Pemkab Lambar dengan Para Saibatin Paksi Pak Bumi Sekala Bekhak.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin, Ketua DPRD Lambar Edi Novial, Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto S.IK, Kasdim 0422 Lambar Agus S., Forkompinda, Muspida, Kepala OPD, Para Saibatin Paksi Pak Bumi Sekala Bekhak, Sai Batin Kepaksian Buay Belunguh Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti, Sai Batin Kepaksian Buay Pernong Pangeran Edward Syah Pernong Gelar Suttan Sekala Bekhak Yang Dipertuan Ke 23 yang diwakilkan oleh Gusti Sembahan dr. Widyatmoko Kurniawan Sp.B, Sai Batin Kepaksian Buay Nyerupa Drs. Salman Parsi, Gelar Suttan Piekulun Jayadiningrat, Sai Batin kepaksian Buay Bejalan Di Way Salayar Akbar Puspanegara, SE, Ak,. Gelar Suttan Jaya Kesuma Ke IV serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan, FSB merupakan ajang tahunan Pemkab Lambar yang bertujuan untuk menggali, melestarikan dan mempromosikan seni budaya tradisi dan adat istiadat yang asli di bumi sekala bekhak sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke lampung barat yang tentunya berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangkaian festival sekala bekhak terdapat tangkai-tangkai lomba seni budaya tradisi yang nantinya akan diadakan, tentu ini menjadi sebuah hiburan dan yang paling utama upaya pelestarian sehingga seni budaya tersebut bisa kita pertahankan dan menjadi warisan kepada generasi mendatang.

Festival sekala bekhak V ini mengusung tema �menikmati alam dan budaya�, sehingga menjadikan hal yang menarik bagi calon wisatawan yang akan berkunjung ke bumi sekala bekhak, mengkolaborasikan antara keindahan dan kealamian alam dengan budaya masyarakat yang masih bertahan keasliannya hingga saat ini, sungguh ini suatu hal yang patut kita banggakan.

Semoga event festival sekala bekhak dan event-event lainnya akan membangkitkan semangat kita semua dalam membangun bumi sekala bekhak dari berbagai bidang utamanya dari sektor pariwisata dan budaya demi mewujudkan Lampung Barat yang lebih hebat, kami berharap pelaksanaan festival skala bekhak ini mampu memberikan hiburan bagi masyarakat, wisatawan dan yang terpenting mampu mendatangkan devisa bagi daerah lampung barat sai betik, karena Lambar merupakan kota wisata penuh kenangan, ragam budayanya mempesona, disamping itu juga adat istiadatnya unik, cagar budayanya menarik. Alamnya pun memancarkan pesona dan menjadi kekayaan pariwasata Lambar.

Adapun hasil Hippun adat sai batin paksi (Musyawarah Agung Para Suttan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak dengan hasil keputusan :
1. Menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Lambar dan DPRD Lambar atas perhatian dan bantuan dalam pelestarian adat sai batin di kerajaan adat paksi pak sekala bekhak.
2. Mengapresiasi pembangunan yang dilakukan pemkab Lambar atas pembangunan infrastuktur pembangunan secara maksimal dan bisa dirasakan pemanfaatannya oleh masyarakat. 3. Para sai batin juga meminta Pemda untuk dapat menganggarkan biaya pemeliharaan Gedung Dalom yang memadai mengingat kondisi gedung dalom sangat  banyak membutuhkan perbaikan.
4. Pemeliharaan dan perbaikan kepada symbol teradisi masyarakat sai batin yang berdiri kokoh di taman kota hamtebiu yaitu tugu sekura untuk dapat disesuaikan dengan teradisi dengan aslinya , yaitu menggunakan wajah Sekura Betik.
5. Siger lekuk pitu adalah syimbol keagungan milik sai batin, untuk itu diperlukan hak paten saibatin paksi pak meminta untuk dapat direkomendasikan oleh Pemda Kepada HKI sebagai hak milik paksi pak sekala bekhak. 
6. dalam rangka pelestarian seni dan adat budaya perlu di lakukan pementasan �pementasan seni budaya tradisi kerajaan untuk itu di perlukan gedung yang berfungsi untuk menyediakan sarana tersebut serta pertemuan �pertemuan penting dalam masalah adat istiadat tersebut. Diharapkan pemkab lambar dapat membangun gedung taman budaya untuk mengedukasikan kepada anak cucu serta wisatawan tentang kebesaran adat istiadat dari kerajaan paksi pak sekala bekhak diperlukan pembangunan museum paksi pak sekala bekhak.
7. alat tradisional gamolan pekhing adalah alat musik yang diwariskan oleh nenek moyang kita di bumi sekala bekhak agar supaya alat musik  tersebut dapat di wariskan kepada generasi mendatang untuk dapat dimasukkan  pembelajarannya kedalam kurikulum mulai dari tingkat SD �SMA. 
8. Guna penertiban tanah-tanah ulayat dari kerjaan adat paksi pak sekala bekhak diharapkan pemda untuk dapat memfasilitasi pengurusan kepemilikan tanah-tanah adat tersebut.
9. Sebagai sebuah �kehanguman� kita bersama �bubasa� /etika dalam berbicara sangat di perlukan dalam adat lampung, untuk itu diminta kepada Pemda untuk dapat memasyarakatkan � bubasa�  dan serta mempergunakan  pada lingkup Pemda.
10. Meminta kepada Pemda untuk dapat membuat Perda tentang adat sai batin guna menjadi pedoman dalam menjalankan adat istiadat di bumi sekala bekhak secara tertulis dan dapat di wariskan kepada generasi penerus. 
11. Sai batin paksi pak sekala bekhak akan selalu mendampingi pemda dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kabupaten Lambar, dalam setiap kesempatan sai batin paksi pak senantiasa hadir dalam kegiatan-kegiatan besar dari kabupaten Lambar untuk itu diperlukan pembuatan rumah singgah yang berfungsi sebagai destinasi pariwisata Lambar. Sebagai bahan pertimbangan sai batin kepaksian  buay nyerupa mempunyai tanah 3 Ha dapat di pergunakan untuk pembangunan rumah singah tersebut.
12. Seperti halnya dengan pembangunan infrastuktur, pembangunan manusia (jiwa) perlu dilaksanakan secara optimal,  untuk itu program-porgram yang telah lalu untuk dapat di jadikan diantaranya :
a. secara periodik dilakukan Festival Sekala Bekhak sebagai salah satu upaya pemeliharaan kearifan lokal, khususnya nilai-nilai budaya yang terkandung dalam adat sai batin serta mengajarkan tentang kecintaan kepada budaya dan alam sebagai anugerah Allah SWT.
b. secara periodik pemda  Lambar  memberangkatkan masyarakat adat menunaikan ibadah umroh. Lalu poin ke 13. Agar pihak eksekutif dan legislatife meninjau kembali hasil keputusan hippun adat tahun yang lalu dan memperioritaskan program yang telah di usulkan oleh sai batin paksi pak.

Demikian hasil musyawarah adat ini dibuat, untuk disampaikan kepada pihak ekskutif dan legislatif kabupaten Lambar sebagai pemegang kebijakan dalam hal pembangunan di Kabupaten Lambar guna dipertimbangkan dan ditindak-lanjuti sebagaimana mestinya.

Untuk diketahui, FSB yang menghabiskan anggaran 800 juta ini akan dilanjutkan 2 hari kedepan dengan acara bertempat di lapangan Merdeka, pasar Liwa.(Fb)