BANDAR LAMPUNG (JL) -– Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera diharapkan menggairahkan ekonomi syariah di Provinsi Lampung. Sehingga, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Pemprov Lampung karenanya mendukung dan akan bekerjasama dengan dunia perbankan, khususnya Bank Indonesia,” jelas Penjabat Sekretaris Provinsi (Pj. Sekprov) Lampung, Hamartoni Ahadis.
Hal itu ia sampaikan usai menghadiri acara pembukaan FESyar Regional Sumatera di Lampung Walk, Bandarlampung, Jumat (3/8/2018).
Hamartoni menjelaskan UMKM dan wisata halal merupakan bagian program prioritas Pemprov Lampung.
“Banyak di negara lain yang prioritasnya non-muslim justru mampu membuat program itu, seperti Australia sebagai pengekspor daging halal dan Thailand yang berniat menjadi dapur halal dunia,” bebernya.
Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, dalam sambutannya menjelaskan BI terus menggalakkan upaya mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Sumatera.
Tiga pilar dimaksud, pertama, pemberdayaan ekonomi syariah dengan men-support para pelaku usaha ekonomi syariah.
Pilar kedua mendorong pendalaman pasar ekonomi syariah dengan mendorong keuangan syariah serta mendekatkan dengan para pengusaha baru di bidang ekonomi syariah.
Pilar ketiga riset, assesment, dan edukasi untuk memberi pemahaman kepada insan yang bergerak pada ekonomi syariah, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang profesional.
“Perkembangan ekonomi syariah merupakan potensi yang sangat besar dan kita bisa menjadi pusat ekonomi syariah tersebut. Untuk itu kami ingin mendorong Lampung, karena provinsi ini memiliki potensi yang sangat besar,” jelasnya.
Rosmaya menjelaskan kegiatan syariah fair ini merupakan lanjutan setelah pembukaan forum ekonomi syariah berupa seminar.
Ia menuturkan dalam ekonomi syariah fair terdapat penjelasan perkembangan ekonomi syariah, duta ekonomi syariah, lomba, dan bisnis matching di bidang ekonomi syariah.
“Kalau pada pergelaran FESyar pertama di Medan, Sumatera Utara tercatat 5.081 pengunjung dengan penjualan sekitar Rp1,7 miliar. Karena itu, Lampung harus melebihi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiharto Setiawan, menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Lampung yang berkomitmen untuk mendukung terselenggaranya kegiatan FESyar.
“Kami menargetkan pengunjung pada FESyar sebanyak 6000 orang dan semoga kegiatan ini mampu mendorong dan meningkatkan ekonomi syariah di Provinsi Lampung,” harapnya.
Acara pembukaan sendiri ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, didampingi Pj. Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis, dan istri Wakil Gubernur Lampung, Hasiah Basri.
Ketiganya berkesempatan mendengar penjelasan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan melakukan kunjungan ke beberapa stan pameran. Seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Aceh, dan lainnya. (Humasprov)