Bandarlampung (JL) --Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Provinsi Lampung diperkirakan akan semakin meningkat; hal ini disebabkan oleh penurunan angka fertilitas (kelahiran) dan mortalitas (kematian), serta peningkatan angka harapan hidup (life expectancy).

Proses terjadinya penuaan penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain; peningkatan gizi,
sanitasi, pelayanan kesehatan, hingga kemajuan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang semakin baik.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat sosialisasi program Bahagia dan Sejahteta (Bahtera) bagi Lansia (24/08/2018) di LKS Amanah Bunda, Pringsewu.

"Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Provinsi Lampung akan  membawa dampak positif maupun negatif" kata Sumarju

Selanjutnya dikatakan; berdampak positif, apabila penduduk lansia berada dalam keadaan sehat, aktif dan produktif.
Disisi lain, besarnya jumlah penduduk lansia menjadi beban jika lansia memiliki masalah penurunan kesehatan yang berakibat pada peningkatan biaya pelayanan kesehatan, penurunan pendapatan/penghasilan, peningkatan disabilitas, tidak adanya dukungan sosial dan lingkungan yang tidak ramah terhadap penduduk lansia.

Bahtera Lansia adalah serangkaian aktivitas pengisian waktu luang bagi lansia potensial berbasis masyarakat. Didalam kegiatannya terdapat refungsionalisasi dan pengembangan lansia agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam  masyarakat.
Para Lansia binaan akan diberikan modal usaha yang diharapkan dapat menambah penghasilan.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu Arif Nugroho mengatakan salah satu sasaran pembangunan kesos adalah lansia. Di Kabupaten Pringsewu jumlah Lansia terlantar sebanyak 2.627 orang. Sedang program Bahtera ini menangani sebanyak 80 orang. Sebagian besar Lansia terlantar sebagai penerima  Program Keluarga Harapan (PKH). Bahtera merupakan bantuan dari Kemensos RI namun pelaksanaannya melibatkan masyarakat yakni Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Amanah Bunda dan Adib.

Program penanganan cepat bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Pringsewu yakni Sistim Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). Untuk kelancarannya maka telah dibentuk Tin Reaksi Cepat (TRC). "Setiap kami dengar keluhan masyarakat maka TRC langsung turun ke lapangan"katanya

Akhir akhir ini TRC menangani kasus Helda penderita gangguan tulang punggung di desa adiluwih. HELDA alhamdililah sudah di fasilitasi shg skr sdh normal kembali. (Ppid-dinsos)