Foto ist
Bandarlampung - Badan Kehormatan DPRD Kota Bandar Lampung akan memproses beredarnya gambar mirip oknum Ketua Komisi II DPRD Kota Bandarlampung Poltak Aritonang, dari Partai NasDem dengan seorang wanita tanpa busana dalam kamar kost.

Ketua BK DPRD Kota Bandar Lampung  Agusman Arief mengatakan, pada Senin 10 September 2018, akan melakukan rapat internal untuk membahas kasus tersebut. “Senin, kita akan rapat internal Badan Kehormatan,” kata Agusman Arief,, Sabtu (08/09/2018).
Menurut Agusman, hingga kini pihak BK masih kesulitan melakukan konfirmasi terhadap pihak pihak yang terlibat dalam kasus itu. “Kami belum bisa konfirmasi terhadap si pemberita, benar atau hoax. Tapi yang jelas kami akan bicarakan Senin pagi,” katanya.

Diketahui, beredar gambar bugil oknum wakil rakyat itu, mendapat kecaman dari banyak kalangan. Mereka mendesak BK DPRD Bandar Lampung harus melakukan proses, dan memberikan sangsi tegas. Kecaman juga datang dari para konstituen wakil rakyat itu sendiri.
Masyarakat Peduli Parlemen Lampung (MPPL), Syaiful, Selasa (4/9/2018), menuntut agar dugaan perbuatan asusila anggota Legislatif DPRD Kota Bandarlampung yang viral di media sosial (Medsos) diusut. BK harus mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku secara cepat.

“Bersihkan DPRD dari perbuatan asusila. Karena itu, kasus dugaan asusila foto bugil oknum anggota DPRD Bandarlampung bersama wanita hendaknya diusut secara tuntas. Karena tidak pantas seorang wakil rakyat berprilaku seperti itu,” ujar Syaiful.
Selain itu, Syaiful juga mengharapkan agar Partai Nasdem mengambil tindakan atas perbuatan asusila yang dilakukan oleh Poltak Ari. Sebab, kalau tidak dilakukan tindakan akan berdampak negatif terhadap partai.
Hal yang sama diungkap Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung yang juga sebagai Praktisi dan Akademisi Lampung Ginda Ansori Wayka, SH, MH, menyatakan turut prihatin atas kejadian atau rumor yang tidak sedap menimpa oknum Wakil Rakyat DPRD Kota Bandarlampung Poltak Aritonang. 

Apalagi ia diduga telah menghamili seorang wanita dan foto bugilnya bersama wanita sudah beredar di media sosial (Medsos).
Menurut Ginda, Selasa (4/9/2018), apa yang dilakukan Poltak Ari dari Partai Nasdem, merupakan preseden negatif yang harus diungkap hingga tuntas. Jangan biarkan oknum tersebut dan lembaga yang seharusnya memiliki citra baik harus tercoreng. Karena membiarkan persoalan ini berlarut akan menjadi fitnah yang berkepanjangan.

Masih kata Ginda, semua kepentingan dalam hal ini harus dikedepankan dan dihormati baik kepentingan pelaku, korban dan institusi jangan sampai dengan kejadian yang masih dugaan merebak ini dapat menimbulkan terciderainya kepentingan para pihak.
Untuk menuntaskan hal ini, korban atau pelaku yang merasa dikebiri haknya dapat menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan persoalannya. Sehingga menjadi tuntas, siapa melakukan kewajiban dan siapa yang mendapatkan haknya karena hukum bertujuan memberikan kepastian hukum.

Selain itu, karena dugaan ini melibatkan oknum Pengurus Partai Politik, maka perlu ditindaklanjuti karena jika tidak maka akan merugikan partai menjelang kontestasi 2019. Terhadap keberadaannya sebagai anggota Legislatif, maka BK harus segera melakukan langkah-langkah untuk mengklarifikasi dan mengungkap dugaan ini.
“Karena rumor tidak sedap ini menyangkut dugaan menghamili orang lain. Ini menjadi penting untuk kita cermati bagaimana hukum merekonstruksi hak para pihak termasuk anak yang dikandung korban,” ujar pengacara ini.

Sejak dua, masyarakat, dan warganet termasuk anggota DPRD Bandarlampung disibukkan dengan beredarnya foto syur mirip seorang anggota DPRD setempat bersama seorang wanita di sebuah kamar. Foto wanita tersebut ditutup meme dan hanya tertutup selimut, sedangkan pria bertelanjang terlihat separuh badan.
Foto tersebut viral di media sosial beberapa hari , namun yang bersangkutan belum ada penjelasan. Anggota DPRD dari Partai Nasdem juga tak pernah masuk kantor sehingga sulit ditemui. Dia hanya terlihat saat insiden Minggu Malam di Cafe Hotel Amalia, antara Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Bandar Lampung.

Sebelumnya, Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi mengatakan, Senin, 3 September 2018, pimpinan dewan dan badan kehormatan DPRD sudah mengadakan rapat menindaklanjuti berita yang beredar saat ini. “Hasilnya, kami akan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan terlebih dulu. Karena DPRD sampai saat ini belum mendapat pengaduan secara resmi dari korban maupun anggota DPRD tersebut,” kata Wiyadi.
Wiyadi menambahkan, DPRD tak mau gegabah mengambil tindakan karena perlu pembuktian terhadap foto-foto tersebut. “Zaman sudah canggih, harus dibuktikan dulu foto itu betul atau tidak. Kami khawatir salah bertindak jika ternyata foto-fotonya tidak betul atau hasil editing. Karena itu, harus ada klarifikasi termasuk pembuktian kebenaran foto bukan editan,” ujarnya.

Kabar lain menyebutkan, diam diam Badan Kehormatan (BK) DPRD Bandar Lampung, dan Ketua Dewan Wiyadi, melakukan pertemuan termasuk dengan Ketua Komisi II, Poltak Ari, membahas foto syur tersebut. Namun disana mereka bertemu Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar, dan sempat nyaris “duel”. 

SINARLAMPUNG