KOTA

HUKUM

PESISIR

Recent Posts

Ini Nama Kacung SGC Yang Mendapat Subsidi Pileg 2019

June 25, 2018 Add Comment



Bandar Lampung-PT Sugar Group Companies (SGC)  diindikasi menjanjikan uang miliaran rupiah bagi kader internal partai pengusung pasangan calon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim maupun ekstenal yang akan maju di pileg 2019 mendatang.

Berdasarkan sumber internal dari partai Golkar yang tergabung dalam tim pemenangan pasangan calon nomor urut tiga yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa PT SGC akan mengsubsidi kader internal seperti Golkar, PKB, PAN dan eksternal (Gerindra) partai pengusung yang akan maju di pileg 2019, baik tingkat provinsi, kabupaten/kota.

Berikut jumlah nominal dan nama – nama kader partai yang akan menerima subsidi dari PT SGC DI Pileg 2019 :

1. Masing-masing caleg dari kader partai Golkar dengan jumlah 10 kursi di DPRD provinsi Lampung akan menerima Rp 1 miliar.

2. Masing - masing dari kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan jumlah 7 kursi di DPRD provinsi Lampung akan menerima Rp 1 miliar
3. Masing - masing dari kader Partai Amanat Nasional (PAN) dengan jumlah 7 kursi di DPRD provinsi Lampung akan menerima Rp 1 miliar, misalnya Agus BN dan Irfan Djafar.
Sementara itu, Berikut nama – nama kader partai Gerindra yang akan menerima subsidi sebesar Rp 1 miliar dari PT SGC di Pileg 2019 :

1. Gunadi Ibrahim
2. Pattimura
3. Putra Jaya Umar 

Selain itu, untuk calon anggota DPRD tingkat kabupaten/kota, PT SGC menunjuk Yuhadi dari partai Golkar yang akan menerima dan mendistribusikan subsidi dari PT SGC sebesar Rp 250 juta untuk kader pengusung Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim.
Untuk diketahui, Subsidi ini diberikan per-orang untuk kader partai pengusung Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim dengan jumlah kursi yang telah ada sesuai dengan jumlah kursi yang telah ada sebelumnya. 

Selain itu, beberapa nama dari kader partai Gerinda juga diindikasi akan menerima subsidi dengan jumlah yang sama.

Hasil Sidang Dewan Etik, Rakata Institute Tidak Kredibel

June 23, 2018 Add Comment



Bandar Lampung-Dewan Etik Lembaga Survey KPU Lampung memutuskan Lembaga Survey Rakata Institute tidak kredibel pada sidang terakhirnya di Kantor KPU Lampung, Senin (14/5).
Terlapor, tidak pernah hadir setiap ingin dikonfirmasi terkait fakta-fakta di lapangan seperti metodologi dan sumber dana," ujar Robi Cahyadi, anggota Dewan Etik,  membacakan putusan.

Pelapor, Hermawan dari Jaringan Aspirasi Pemuda Republik Indonesia (JAPRI), hadir pada sidang yang dimulai pada pukul 11.00 WIB. 

JAPRI melaporkannya ke KPU Lampung karena menganggap hasil survey Rakata Institute penggiringan opini publik untuk menguntungkan salah satu calon gubernur.

Kasus ini merupakan sebuah pembelajaran bagi masyarakat Lampung dan bagi lembaga survey agar objektif agar provinsi ini mendapatkan pemimpin yang benar-bener pilihan rakyat, kata Hermawan